Kegiatan Apa Sih Yang Kita Lakukan Saat Kuliah di Jepang?

Ditulis oleh: Administrator, 29-03-2018

Bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau melakukan program pertukaran pelajar ke negeri sakura tentu impian bagi setiap orang yang ingin pergi ke sana. Berbagai informasi dan beasiswa mengenai hal tersebut sekarang sudah bisa dengan mudah diakses melalui website kedutaan besar Jepang atau universitas yang bersangkutan. Di antaranya terdapat beasiswa dari Monbukagakusho ( Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah raga, Ilmu pengetahuan dan Teknologi Jepang) yang sudah terkenal di kalangan pembelajar bahasa Jepang. Tentu syarat dan proses untuk menerima beasiswa ini tidaklah mudah. Namun, setelah proses panjang tersebut ada beberapa kegiatan yang akan kita lakukan di sana.

1. Hidup Bertetangga Bersama Orang-Orang dari Berbagai Negara

Kita akan ditempatkan di asrama kampus atau apartemen sekitarnya. Di sana kita akan tinggal bersama orang-orang dari negara lain seperti Jepang, Cina, Korea, negara-negara di Eropa, Amerika, Afrika dan lain sebagainya. Berilah mereka hadiah khas Indonesia, bisa berupa sovenir atau makanan untuk bisa berteman dengan mereka. Ingat, komunikasi dengan tetangga tempat kita tinggal sangat penting karena siapa tahu ternyata kita akan banyak meluangkan waktu bersama mereka. Jika tinggal di asrama kampus, biasanya ada ruang bersama. Di tempat ini kalian bisa saling mengobrol, belajar bersama atau bermain. Jika tinggal di apartemen, kalian bisa mengunjungi kamar mereka. Terkadang mereka juga mengadakan pesta sampai tengah malam.

2. Tidak Hanya Kuliah-Pulang Saja

Kuliah tentu menjadi kewajiban selama kita tinggal di sana. Mahasiswa dituntut mengikuti mata kuliah yang ditunjuk dosen, lalu melakukan penelitian di laboratorium yang disediakan. Tapi akan sangat hambar rasanya kalau kehidupan kuliah kita hanya dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan seperti itu saja. Untuk itu, kampus akan menyediakan berbagai program yang bisa diikuti mahasiswa Jepang dan juga mahasiswa asing. Contohnya, berdiskusi dengan tema tertentu menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa asing bisa melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk berinteraksi dengan siswa SD, SMP, atau SMA. Meski kita bisa berbahasa Jepang, kita wajib menggunakan bahasa Inggris karena tujuan utama program tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan dan percaya diri siswa dalam berbahasa Inggris. Kegiatan lain yang bisa kita ikuti yaitu bunka taiken atau berpartisipasi langsung dalam acara-acara kebudayaan, seperti menonton pertunjukan seni tradisional Jepang, ikut serta dalam festival dan homestay.

3. Baito (Kerja Paruh Waktu)

Tidak semua universitas di Jepang memperbolehkan mahasiswa asing untuk melakukan baito. Tujuannya agar mahasiswa tersebut tidak terlena dari kewajiban belajar dan penelitiannya. Akan tetapi, jika universitas kita mengizinkannya, baito bisa menjadi opsi sarana belajar bahasa Jepang dan memahami budaya bekerja masyarakat Jepang. Namun, untuk informasi selanjutnya, akan penulis lanjutkan di artikel berikutnya...

Jika tertarik untuk mendaftar sekolah bahasa di Jepang, MIS dapat membantu segala prosedurnya. Silakan hubungi melalui website https://mislanguageschool.com atau datang langsung ke MIS.