Peraturan yang Mengatur Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 08-06-2018

Jepang, adalah negara yang rapi, penuh dengan keindahan, bahkan presentasi masakan yang dihilangkan bukan hanya memanjakan perut tetapi juga mata kita. Tahukah Anda bahwa ada banyak peraturan-peraturan yang mengatur masyarakat Jepang, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja. Baik tertulis maupun ang tidak tertulis.

              Pertama yang Harus kita bahas adalah tingkat kedisiplinan masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang memiliki tingkat disiplin yang sangat tinggi baik dari anak-anak sampai orang dewasa. Anak-anak contohnya akan diajarkan untuk membungkuk sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua dan sebagainya. Tetapi tidak hanya anak-anak yang melakukan ini, semua orang Jepang yang bekerja, khususnya di bagian service seperti di pusat perbelanjaan dimana kita harus melayani pelanggan, kita akan menyaksikan orang Jepang membungkuk sebagai tanda hormat sebelum melayani kita dengan kebutuhan ataupun sekedar informasi untuk diberikan.

Selain peraturan untuk membungkuk ini, ada peraturan kecil lainnya yang haus kita ketahui jika ingin tinggal di Jepang. Contoh kecil adalah dilarang mengendarai sepeda sambil membonceng orang, meskipun terdapat tempat untuk duduk dibagian belakang sepeda. Entah mengapa, tetapi hal-hal kecil seperti ini dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya oleh pihak kepolisian Jepang. Contoh hal lain adalah peraturan ketika berjalan. Kita mungkin bingung ketika berjalanpun harus dibatasi oleh peraturan.

Mungkin dibandingkan dengan peraturan, hal ini lebih lumrah disebut sebagai common sense atau norma di Jepang. Hal ini adalah berjalan disebelah kiri. Jadi, hal ini sama seperti di jalan raya. Jika mobil melaju di lajur kiri, sama halnya dengan pejalan kaki, kita harus berjalan di sebelah kiri dan lajur kanan untuk arah sebaliknya. Jadi buka hanya kendaraan yang rapi, tetapi juga manusia saat berada di luar. Hal ini diikuti oleh sepeda. Sepeda juga harus melaju di lajur kiri, bukan berada di tengah jalan raya seperti layaknya kendaraan bermesin. Beberapa daerah di Jepang memiliki area yang dikhususkan untuk para pesepeda dan area yang sama sekali tidak diperbolehkan mengendarai sepeda. Untuk daerah yang dilarang bersepeda, Anda akan diminta untuk turun dan menuntun sepeda Anda sampai berakhirnya area larangan bersepeda tersebut.

Masih berhubungan dengan norma adalah, larangan yang berlaku ketika berada di tempat umum, baik itu kereta maupun bus (dua alat transportasi paling umum di Jepang). Didalam dua kendaraan tersebut, kita dilarang berbicara, gaduh, menggunakan telepon, bermain game, mengenakan atau memeperbaiki riasan wajah didalam kendaraan. Hal-hal ini dianggap sebagai hal yang mengganggu penumpang lain, jadi usahakan untuk tidak melakukannya ketika pertama kali samapi di Jepang. Lalu, yang terakhir ada bagian khusus tiap kereta di Jepang, yaitu bagian untuk lansia. Karena meningkatnya jumlah warga dengan umur enam puluh keatas, fasilitas ini menjadi kewajiban di setiap pojok kereta. Jadai ada satu deretan kursi khusus yang hanya diisi oleh orang-orang berikut, lansia, ibu hamil dan menyusui, orang sakit atau cedera sehingga diharuskan duduk. Tetapi meskipun terdapat fasilitas tersebut, jangan kaget jika Anda melihat nenek atau kakek yang berdiri ataupun berjalan disekitar Anda.

Jika tertarik untuk mendaftar sekolah bahasa di Jepang, MIS dapat membantu segala prosedurnya. Silakan hubungi melalui website https://mislanguageschool.com atau datang langsung ke MIS.