Fenomena Monsuta Parento (Monster Parents) di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 02-06-2018

Seperti yang kita ketahui, Jepang merupakan negara maju yang mampu menciptakan kreasi dan inovasi di berbagai aspek. Kemajuan negara ini membuat kehidupan masyarakatnya semakin mudah. Generasi muda Jepang pun sangat dimanjakan oleh kekayaan dan fasilitas yang serba praktis. Hidup serba mewah, apapun yang mereka minta akan dipenuhi oleh orang tua yang juga memiliki kekayaan melimpah. Semua kemudahan yang didapat oleh remaja Jepang tersebut merupakan salah satu faktor pendorong pudarnya rasa hormat mereka pada orang tua, baik guru maupun pekerja lainnya. 

Pada sewajarnya, pihak sekolah akan memberikan teguran bagi siswa nakal atau siswa yang berbuat tidak sopan terhadap guru. Namun sebaliknya, beberapa orang tua siswa di Jepang merasa tidak terima dan melakukan keluhan atau serangan balik terhadap guru di sekolah anaknya. Hal ini yang dinamakan “Monsuta Parento”. Orang tua siswa selalu menuntut pihak sekolah agar anaknya mendapatkan pelayanan terbaik di sekolah dan tidak ingin anaknya mendapat perlakuan tidak baik atau teguran meskipun kenakalan anaknya telah tidak dapat ditoleransi lagi. 

Para orang tua ini menambah tingkat stress guru karena orang tua tersebut terus menerus mengajukan keluhan serta tuntutan yang tidak masuk akal kepada pihak sekolah. Sering kali guru akan dimarahi hingga berjam-jam oleh orang tua siswa. Apa yang menyebabkan orang tua siswa tersebut menjadi “orang tua monster” adalah karena orang tua tersebut memiliki harapan tinggi pada pendidikan sang anak, namun harapan tersebut tidak diajukan kepada anaknya, tetapi diajukan ke sekolah sehingga para orang tua tersebut mengejar pihak guru dan sekolah agar anaknya mendapatkan perlakuan khusus. 

Meskipun sebagai orang tua, sudah sewajarnya mengawasi kualitas pendidikan anaknya, beberapa orang tua siswa di Jepang cenderung egois dan akan melakukan tindakan intimidasi kepada guru yang bahkan akan mengakibatkan pemecatan seorang guru. Fenomena “Monsuto Parento” inilah yang beberapa tahun ini terjadi di dunia pendidikan Jepang.  

Seluruh sekolah di Jepang telah mencoba membuat solusi seperti membuat evaluasi dengan wali murid sebanyak 3 kali pada satu semester. Sekolah juga sering mengadakan acara bersama antara sekolah dan keluarga, seperti festival olahraga untuk menghapuskan dinding yang membatasi pihak sekolah dan orang tua murid

Jika tertarik untuk mendaftar sekolah bahasa di Jepang, MIS dapat membantu segala prosedurnya. Silakan hubungi melalui website https://mislanguageschool.com atau datang langsung ke MIS.