Simbolisme Sakura

Ditulis oleh: Administrator, 11-04-2018

Apakah arti dari sakura?

Bunga sakura memegang status tinggi di Cina, menandakan cinta dan mistik perempuan (kecantikan, kekuatan dan seksualitas), tetapi tidak ada tempat di dunia ini yang lebih memahami dan mencintai sakura selain Jepang yang merupakan rumah dari ribuan pohon sakura. Citra bunga sakura menembus berbagai aspek kesenian seperti lukisan, film, dan puisi.

 

Sakura sebagai lambang keindahan, kerapuhan, dan kefaanan hidup

            Terikat pada tema-tema Buddha tentang kefanaan, perhatian, dan kehidupan di masa kini, bunga sakura Jepang dijadikan sebagai metafora abadi bagi eksistensi manusia. Musim mekar yang kuat dan keindahan yang menawan namun tragisnya hanya berumur singkat merupakan bentuk peringatan visual bahwa kehidupan manusia juga tidaklah berbeda.

 

               Mengapa kita tidak mengagumi waktu luang kita di bumi dengan sukacita dan semangat yang sama? Mengapa kita lalai untuk bersenang-senang dalam hidup ketika itu dapat berakhir kapan saja, atau di dalam anugerah yang mengelilingi kita di mana-mana: keluarga, teman, senyum orang asing, tawa anak, rasa baru di piring kita, atau aroma rumput hijau? Sudah saatnya, bunga sakura mengingatkan kita, untuk memperhatikan sekeliling.


 

               Dalam budaya Jepang, sakura sebagai perwujudan keindahan dan kematian dapat ditelusuri kembali berabad-abad yang lalu. Tidak seorang pun dalam sejarah mempersonifikasikan metafora ini lebih dari samurai, para prajurit Jepang feodal yang hidup dengan bushido ("jalan para pejuang") yang merupakan kode moral ketat tentang penghormatan, kehormatan, dan disiplin. Itu adalah tugas mereka untuk tidak hanya memberi contoh dan melestarikan kebajikan-kebajikan ini dalam kehidupan, tetapi untuk menghargai keniscayaan kematian tanpa mengkhawatirkannya karena dalam pertempuran, kematian merupakan hal yang dirasa terlalu cepat bagi samurai. Bunga sakura yang gugur atau kelopak bunga sakura yang gugur, diyakini, melambangkan akhir dari kehidupan singkat mereka.

               Selama Perang Dunia II, bunga sakura memiliki arti yang mirip dengan para pilot Jepang yang melukis pesawat perang kamikaze mereka dengan gambar bunga sebelum memulai misi bunuh diri untuk “mati layaknya kelopak sakura yang indah demi kaisar”. Saat ini, Sakura tidak lagi digunakan untuk tujuan militer dan secara luas dihargai karena alasan filosofis dan estetika.